JAKARTA – Perhimpunan
Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat, santus
Bellarnimus, mengelar Masa Bimbingan (Mabim), yang dimulai pada jumat 23 maret
lalu dan berakhir hari ini (25/3/18), di Gedung Margasiswa I, menteng Jakarta Pusat.
Ketua PMKRI
Cabang Jakarta Pusat Jurdil Kathonna Maure, menjelaskan MABIM adalah pendidikan
lanjutan dari Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB). MPAB dan MABIM adalah pendidikan
yang diatur dalam kurikulum pendidikan berjenjang di PMKRI yang berlaku secara
nasional, keduanya tidak berdiri sendiri.
“MABIM yang
dilakukan dalam tiga hari ini adalah lanjutan dari MPAB yang telah dilakukan
sebelumnya. Persyaratan perserta MABIM telah melewati pendidikan di MPAB. Ketika seorang telah mewati kedua
pendidikan ini, maka dapat dilantik dan memperoleh satus sebagai anggota biasa
PMKRI” Jelas Katon
Ketua
Panitia MABIM, Margareta Lani Yunita Domaking menjelaskan MABIM yang digelar
awal tahun ini diikuti oleh 29 kader, semuanya telah melewati MPAB yang
dilakukan beberapa waktu lalu. Semua peserta dinyatakan lulus dan telah
dilantik menjadi anggota biasa PMKRI cabang Jakarta Pusat
“ 29 kader
baru ini berasal dari berbagai kampus di Jakarta. Dan hari ini (25/3) dilantik
menjadi anggota biasa PMKRI cabang Jakarta Pusat” Jelas Yunita
Yunita
berharap 29 anggota baru ini dapat terlibat aktif dalam setiap kegiatan PMKRI,
dan belajar bersama, saling bertukar ilmu. "Harapannya rekan-rekan bisa
aktif dalam setiap kegiatan PMKRI, sehingga kita bisa terus berproses,
berproses bersama dan saling bertukar pikiran" harap Yunita
Salah satu peserta MABIM, Stepianus Redo mengatakan selama berproses dalam MPAB dan MABIM dirinya
mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru, yang tidak dapat di dapat
di perguruan tinggi.
“Disini kami
diajarkan sesuatu yang baru, melatih emosional serta mental kami menjadi lebih
baik dan tepat sehingga kami menjadi lebih dewasa dan bisa berfikir secara
kritis". Ungkap Stepianus yang juga terpilih sebagai ketua angkatan MABIM
tahun 2018. (Mario Chandar Kasa Wangka)

KOMENTAR