Belajar dari Martha, Apa itu Single Parent


Guru saya di Sekolah Dasar (SD), pernah mengajarkan kehidupan sebuah keluarga, Kami (Murid-red) diajarkan bagaimana menghargai orang tua serta berperan dalam sebuah keluarga. Ia juga menjelaskan soal keluarga inti yang merupakan struktur organisasi yang terkecil dalam masyarakat, meliputi ayah, ibu, dan anak. Lalu bagaimana dengan “single parent”?, Sepengal kisah Martha mengantarkan saya menemukan jawabannya.

Martha adalah seorang perempuan Florez. Ia lahir di awal 80-an dalam sebuah keluar sederhana. Awal tahun 2000 ia  hijarah ke Bali untuk mencari kerja. Bali adalah dunia baru baginya, banyak hal yang mesti dipelajari, terutama pergaulan hingga memahami budaya masayarakat setempat.

Suatu hari hari Martha berkenalan dengan seorang laki laki sebut saja namanya Kristian. Kristian adalah seorang Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Bali. Martha merasakan kristian sangat mencintainya, perhatian kristian membuatnya jatuh hati dan sangat menyayanggi Kristian. 

Keduanya memutuskan menjalani hubungan sebagai pasangan kekasih. Namun tantangan kemudian datang. Orang tua Kristian menentang hubungan tersebut hanya karena Martha tidak berstatus mahasiswa. “Orang tuannya malu anaknya berpacaran dengan saya yang tidak kuliah” tutur Martha khas flores

Rasa takut kemudian dialami Martha, ia takut ditinggalkan Kristian. Martha kemudian memutuskan untuk kuliah, ia ingin menunjukkan bahwa dirinya juga bisa kuliah dengan biaya sendiri. Setiap hari ia menjalani dua aktifitas sekaligus, kuliah dan kerja. 

Memasuki semester tiga Martha hamil. Beberapa kali ia minta dinikahi namun sang pacar kehilangan ketegasan. Orang tua Kristian bersikap acuh dengan kondisi Martha. Semangat Martha tak lekas redup, dengan kondisi “berbadan dua” ia terus kuliah dan kerja. Hingga pada hari melahirkan, Kristian masih tak bisa memberikan jawaban pasti untuk menikahi Martha. Rasa kecewa terhadap Kristian mulai tumbuh.

Beberapa tahun kemudian Martha berhasil mendapatkan gelar sarjana, bahkan lebih dulu di wisuda dari Kristian dan berkerja disebuah Hotel dan menduduki posisi penting. Saat itulah ia menentukan pilihan meninggalkan Kristian. Pilihan ini terpaksa diambilnya karena sikap ketidaktegasan Kristian.

Kini Martha memiliki sebuah perusahaan perjalanan wisata, sebuah perusahaan miliknya hasil dari jeripayah bertahun tahun. Selain itu ia juga kerap menjadi pembicara di beberapa negara terkait pengolaan wisata. Ia bahagia dengan kondisinya saat ini bersama anak lelakinya. 

***

Kisah Martha diatas membuat saya lebih dalam memahami apa itu Single Parent, bagaimana perasaannya, tekanan lingkungan sosial. Martha sebagai Single Parent merupakan fenomena yang terjadi di beberapa kota besar, yang menghasilkan pandangan baru dalam sebuah struktur keluarga.

Meluasnya fenomena menjadi orangtua tunggal, maka semakin banyak  pula definisi dari single parent itu sendiri. Menurut Gunawan (2006) single parent adalah orang yang melakukan tugas sebagai orang tua (ayah atau ibu) seorang diri, karena kehilangan/ terpisah dengan pasangannya. 

Sementara menurut Sager (dalam Duval & Miller,1985) single parent adalah orang tua yang memelihara dan membesarkan anak- anaknya tanpa kehadiran dan dukungan dari pasangannya.

Pada umumnya Single parent sendiri disebabkan dua hal, diinginkan (sengaja) dan tidak diinginkan (tragedi). Kisah Martha menunjukkan pada umumnya perspektif masyarakat terhadap single parent yang hanya mengukur dari status sosial. Padahal masing-masing berbeda.

Dalam kondisi yang disengaja, biasanya dianut oleh kaum feminist yang menginginkan kebebasan dalam menentukan komposisi suatu keluarga.

Menurut saya kaum feminist cenderung untuk mendobrak tatanan keluarga karena dianggap sebagai pengukungan kebebasan berdasarkan jenis kelamin. Dalam kondisi seperti ini biasanya wanita sudah mempersiapkan dirinya secara matang. Mereka lebih mandiri dalam segi finansial dan memiliki prinsip yang dipegang dalam menjalani kehidupannya sebagai single parent. 

Perempuan single parent harus pandai membagi waktu, melengkapi statusnya sebagai ayah dan ibu sekaligus. Perannya sebagai ayah, sebagai pemimpin keluarga kecil yang dimilikinya. Kemandirian dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan secara mandiri untuk keluarga. Selain itu harus menafkahi kebutuhan hidup dalam keluarganya.

Perannya sebagai ibu yaitu menjalankan kodratnya sebagai perempuan, meliputi mengasuh dan membesarkan anaknya, serta hal-hal yang ada dalam rumah. Walaupun dalam kondisi bekerja, tetap harus memonitor apa yang terjadi di dalam rumah. Mempersiapkan kemandirian untuk mental si anak juga sangat perlu. Kasih sayang adalah hal yang utama.

Tidak bisa dihindari, anak akan mengalami dampak psikologis yang akan memengaruhi terhadap perilakunya di rumah, sekolah, dan masyarakat. Menumbuhkan kepercayaan dirinya dan meningkatkan rasa nyaman merupakan tugas utama. Anak merupakan  skala prioritas, karena tanpa itu sia-sia semua karir dan peran yang dijalani akan sia-sia.

Oleh karena itu perempuan single parent seringkali terlihat sangat keras. Proses kehidupan yang keras menjadikan pola pikir dan perilaku seperti itu. Pada titik tertentu, seringkali dihadapi kondisi “lelah” dan membutuhkan ruang untuk bernafas.

Kodrat sebagai perempuan memang tidak bisa dipisahkan. Kehilangan waktu bersama anak untuk bekerja merupakan salah satu dilematika yang dihadapi. Belum lagi kondisi psikologis sebagai akibat dari proses yang mendasari seorang perempua mendapat pilihan menjadi single parent. Perasaan yang meliputi rasa sedih atas kehilangan atau karena sakit hati.

Single parent sesungguhnya hanya manusia biasa, yang rentan untuk mengalami sebuah depresi. Dukungan orang sekitar, yang bisa mengacu pada keluarga atau sosial sangat berarti.

Dukungan sosial bisa berupa dukungan emosional atau instrumental, seperti yang dikemukan oleh Sarason (1990). Dukungan emosional, ditandai dengan perhatian yang simpatik terhadap orang lain yang mengalami stres. Tujuannya adalah untuk mengurangi emosi negatif dan ketegangan yang dihasilkan. Dukungan instrumental, ditandai dengan bantuan yang lebih nyata atau berwujud. Misalnya, nasehat-nasehat membantu individu yang stres secara aktual mengubah lingkungan yang memicu stres. Misalnya, secara aktif menyelesaikan masalah atau mengubah persepsi terhadap sumber stress.

Kondisi sebagai perempuan single parent memang tidak mudah diterima secara positif dalam lingkungan sosial.

Penghormatan  cukup dengan mengahargai single parent sebagai seorang manusia atas segala perjuangan yang dihadapinya sekaligus menerima struktur keluarganya. Tidak perlu sampai mengasihani secara berlebihan. Hal ini cenderung membuat lemah mental seorang perempua single parent.

Maaff Martha saya dilanda rasa ngatuk yg akut sekrang, semoga tulisan ini bermanfaat buatmu dan buat semua yang telah membacanya. Mari kita memberi apresiasi terhadap perempuan single Parent, Perempuan hebat.



KOMENTAR

Name

Budaya,4,Diary,18,Ecosoc Rights,2,Ekonomi Kreatif,1,HAM,1,Hukum,16,Kabar Desa,1,Kolom,3,Labuan Bajo,1,Newsroom,12,Opini,19,Politik,2,Sastra,8,Video,4,
ltr
item
Voxnesia: Belajar dari Martha, Apa itu Single Parent
Belajar dari Martha, Apa itu Single Parent
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIfTLfGvOdH9gS2N1K8K951_D3u0T-kephP48AtDJHWQdqPmz1SKwLXFrIfIqaQBQPBTga9GmtX15nJbcmUbMyeqZ3JKToOHK5oKusW7PQ6DRUFP12xmIczwFMZfg0H6a2K8eUUDwj-Ys/s400/single.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIfTLfGvOdH9gS2N1K8K951_D3u0T-kephP48AtDJHWQdqPmz1SKwLXFrIfIqaQBQPBTga9GmtX15nJbcmUbMyeqZ3JKToOHK5oKusW7PQ6DRUFP12xmIczwFMZfg0H6a2K8eUUDwj-Ys/s72-c/single.jpg
Voxnesia
https://dechelluz.blogspot.com/2018/03/guru-saya-di-sekolah-dasar-sd-pernah.html
https://dechelluz.blogspot.com/
https://dechelluz.blogspot.com/
https://dechelluz.blogspot.com/2018/03/guru-saya-di-sekolah-dasar-sd-pernah.html
true
7164258245190438750
UTF-8
Semua Postingan Tidak ditemukan postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi FOTIK ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang sesuai Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy