Di acara talk show televisi nasional, seorang pemuka
agama dengan tegas menyatakan bahwa dirinya mendukung hukuman mati terutama
bagi terpidana narkotika. Menurut dia, hukuman mati itu penting dilakukan terhadap
para narapidana yang telah divonis mati. “layak dihukum mati buat mereka
(narapidana narkotika-red)” begitu kata dia.
Pemuka agama itu beranalogi, hukum mati yang dijatuhkan itu
ibarat mengamputasi salah satu bagian tubuh guna menekan penyebaran penyakit ke
bagian tubuh lain. Mengamputasi untuk menyelamatkan seluruh tubuh/kehidupan.
Pendapat ini tentu menarik buat saya, bagaimana pemuka agama
kehilangan daya kritis melihat dunia dari perspektif yang paling mendasar
tentang kemanusiaan, martabat manusia juga soal nilai-nilai universal dari Hak
Asasi Manusia. Analogi yang dibangun tentu tidak sepadan, namun cukup membuktikan
kalau pemuka agama ini sedang mengalami sesat piker dan matinya daya kritis.
Semua agama tentu menyakini bahwa alam semesta termasuk
manusia diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Segala yang diciptakan beraneka
ragam; yang hidup dilaut, di darat, di udara dengan jutaan jenis dan bentuk.
Begitu juga dengan manusia, berbagai jenis dan bentuk; berkulit putih, hitam,
berambut keriting, berambut lurus, tinggi, pendek, memiliki bagian-bagian tubuh
yang lengkap maupun tidak, dan lain sebagainya.
Berangkat dari keyakinan yang universal ini, maka terdapat
unsur Tuhan dalam setiap diri manusia. Inilah alasan kenapa manusia disebut
bermartabat, karena ada campur tangan Tuhan dalam kehidupan manusia itu (proses
penciptaan).
Satu diri manusia memiliki derajat yang sama dengan manusia
lain, tidak ada satu diri manusia yang lebih istimewa, juga satu manusia atau kelompok manusia menguasai satu
manusia lain atau kelompok manusia lainnya. Dalam konsep kemanusiaan, semuanya
sama, sejajar dan sederajat.
Bukankan kita mengidolakan Tuhan sebagai pencipta alam
semesta termasuk manusia? Lalu mengapa kita menghacurkan ciptaannya? Semisal
anda sangat fans dengan Bang Haji Roma Irama, tapi pada lain sisi anda
menghancurkan kaset dan CDnya, menghancurkan lagu-lagunya. Apakah anda tetap
disebut fans Bang Haji Roma?
Sepatutnya jika kita mencintai Tuhan, maka kita wajib
mencintai dan menjaga seluruh ciptaanNya termasuk manusia.

KOMENTAR