Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya
(Gerindra) kembali membuat pernyataan yang kontroversi. Kali ini Prabowo
menyatakan prediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Pernyataan Prabowo
tersebut disampaikan dalam sebuah pidato di acara partai Gerindra yang diunggah
ke akun Facebook resmi partai tersebut.
Prediksi Prabowo Indonesia akan bubar pada 2030 tanpa disertai data yang akurat dapat disimpulkan sebagai sebuah prediksi yang bersifat halusinasi. Hasil survey dari berbagai lembaga survey menunjukkan peluang keterpilihan Prabowo dalam pilpres 2019 jauh dibawah Jokowi. Nah, bisa jadi halusinasi Prabowo Indonesia Bubar 20130 menunjukkan bahwa kondisi Prabowo semakin tertekan secara politik.
Prediksi Prabowo Indonesia akan bubar pada 2030 tanpa disertai data yang akurat dapat disimpulkan sebagai sebuah prediksi yang bersifat halusinasi. Hasil survey dari berbagai lembaga survey menunjukkan peluang keterpilihan Prabowo dalam pilpres 2019 jauh dibawah Jokowi. Nah, bisa jadi halusinasi Prabowo Indonesia Bubar 20130 menunjukkan bahwa kondisi Prabowo semakin tertekan secara politik.
Data PricewaterhouseCoopers (PwC) seperti dilansir detik berikut
ini dapat menegaskan apakah prediksi Prabowo benar atau hanya sebuah
halusinasi?
PwC adalah salah satu dari empat penyedia jasa auditor besar
di dunia yang merilis sebuah riset tentang outlook perekonomian dunia.
Pada September 2017 lalu, PwC merilis sebuah riset tentang
outlook perekonomian dengan tema "The Long View, How will the global
economic order change by 2050?".
Menurut John Hawksworth, Chief Economist PwC, pada 2030
perekonomian Indonesia justru akan berada di peringkat 5 terbesar di dunia.
Diperkirakan PDB Indonesia pada tahun itu mencapai USD 5.424 miliar.
Selanjutnya pada 2050, perekonomian Indonesia akan menjadi
yang ke-4 terbesar di dunia dengan estimasi nilai PDB USD 10.502 miliar. Posisi
tersebut akan menjadikan Indonesia dengan perekonomian big emerging market. Ini
sekaligus menjadikan posisi Indonesia sebagai negara dengan perekonomian
terkuat di Asia Tenggara.
Sebagai catatan PwC menghitung PDB dengan metode perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja atau Purchasing Power Parity (PPP). PPP menampilkan daya beli masyarakat terhadap suatu nilai dan juga nilai tukarnya.
Sebagai catatan PwC menghitung PDB dengan metode perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja atau Purchasing Power Parity (PPP). PPP menampilkan daya beli masyarakat terhadap suatu nilai dan juga nilai tukarnya.
Selain Indonesia, menurut riset PwC beberapa negara
berkembang seperti India dan Brasil akan tumbuh pesat mengalahkan Amerika
Serikat (AS) serta China.
Selain PwC Bank Dunia juga memiliki peniaian yag sama. Menurut Bank Dunia, tahun 2017 perekonomian tumbuh 5,1 persen. Tahun 2018 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3 persen.
Selain PwC Bank Dunia juga memiliki peniaian yag sama. Menurut Bank Dunia, tahun 2017 perekonomian tumbuh 5,1 persen. Tahun 2018 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3 persen.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves
mengatakan, kondisi yang baik ini terlihat dari meningkatnya harga komoditas,
yang membuat beberapa data penopang pertumbuhan ekonomi menjadi baik.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 bakal mencapai 5,3%. Ini berarti lebih tinggi dari prediksi pertumbuhan ekonomi di 2017 yang sebesar 5,2%.
Managing Director IMF Christine Lagarde memandang Indonesia memiliki prospek ekonomi yang cukup bagus di tangan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Buktinya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5%.
Melihat data dan fakta ini, benarkan prediksi Prabowo bahwa Indonesia bubar tahun 2030? Atau memang Ketua Umum Partai Gerindra itu sedang berhalusinasi akibat kondisi politik yang kian tidak berpihak pada Prabowo.
Berikut pidato Prabowo soal 'Indonesia bubar 2030':
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 bakal mencapai 5,3%. Ini berarti lebih tinggi dari prediksi pertumbuhan ekonomi di 2017 yang sebesar 5,2%.
Managing Director IMF Christine Lagarde memandang Indonesia memiliki prospek ekonomi yang cukup bagus di tangan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Buktinya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5%.
Melihat data dan fakta ini, benarkan prediksi Prabowo bahwa Indonesia bubar tahun 2030? Atau memang Ketua Umum Partai Gerindra itu sedang berhalusinasi akibat kondisi politik yang kian tidak berpihak pada Prabowo.
Berikut pidato Prabowo soal 'Indonesia bubar 2030':
Saudara-saudara!
Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.
Bung!
Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.
Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.
Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.
Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!
Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas! Semakin maling!
Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

KOMENTAR