Kamu Tak Lebih Dari Debu

Sekarang ini anda mungkin melihat orang-orang dalam bus atau angkutan Kota, Kereta atau sedang menunggu di sebelah mesin fotocopy dengan tanda hitam di dahi mereka.

Seperti melihat seseorang yang bermeditasi di terminal bandara atau ruang tunggu, anda mengenali mereka sebagai teman seperjalanan dalam perjalanan rohani, bukan hanya sekedar orang asing yang lewat di malam hari. Tanda tersebut bukanlah suatu tanda rahasia atau tanda kelompok khusus tetapi hanya sedikit saja orang yang memahaminya.

Kita menerima abu untuk mengingatkan kita supaya tidak membuang-buang waktu. “Ingatlah, engkau hanyalah debu dan akan kembali menjadi debu. Bertobatlah dan percayalah pada Injil.”

Kedengarannya memang aneh, kata-kata yang diucapkan saat abu diberikan tersebut memberi rasa lega dan harapan karena kata-kata tersebut mengingatkan kita akan suatu kebenaran yang begitu mudah dilupakan, kebenaran yang tidak enak untuk didengar oleh budaya penyangkalan kita.

Kita banyak menelan gambaran kematian dan kekerasan sebagai hiburan tetapi hal yang nyata kita singkirkan seperti sampah.

Tradisi spiritual mengajarkan kita bahwa kewaspadaan akan kematian meningkatkan kejelasan perbedaan hidup dan kemampuan kita untuk menghidupinya secara penuh.

Debu di dahi mengingatkan kita bahwa satu-satunya jalan untuk hidup sebenarnya adalah hidup pada saat kini. Tidak ada waktu sementara, masa lampau dan masa akan datang, yang hilang atau disia-siakan saat kita mengalaminya di masa sekarang.

Bertepatan dengan dimulainya masa Prapaskah pada hari ini, inilah kesempatan – untuk berkomitmen kembali dan memperbaharui diri kita sebagai makhluk spiritual dalam perjalanan manusia.

Jika anda tidak dapat mendapat abu, buatlah tanda salib di dahi anda sendiri atau mintalah teman untuk melakukannya, ulangilah kata-kata yang dirancang untuk membangkitkan kita.

Jika anda bermeditasi, perbaharuilah komitmen anda pada periode hening dan diam pada pagi dan petang hari. Jika anda mulai dan berhenti, mulailah lagi. Jika anda belum memulainya, jangan buang-buang waktu.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
- (Mat 6: 16-18)

KOMENTAR

Name

Budaya,4,Diary,18,Ecosoc Rights,2,Ekonomi Kreatif,1,HAM,1,Hukum,16,Kabar Desa,1,Kolom,3,Labuan Bajo,1,Newsroom,12,Opini,19,Politik,2,Sastra,8,Video,4,
ltr
item
Voxnesia: Kamu Tak Lebih Dari Debu
Kamu Tak Lebih Dari Debu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnc6qK9hPjZbQnk6ADK200_4ePMiMMxAPf_S5L1K18M4kPmUbKCiQHPaNnd9IegHYJZ57nShWTrJlnid5hH9tUK02iWgqkeVs9uOc4j5zG7pjNBlahKYhcKgxp8fdjLir2O0-RgR8U32s/s640/kembali+kepada+debu.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnc6qK9hPjZbQnk6ADK200_4ePMiMMxAPf_S5L1K18M4kPmUbKCiQHPaNnd9IegHYJZ57nShWTrJlnid5hH9tUK02iWgqkeVs9uOc4j5zG7pjNBlahKYhcKgxp8fdjLir2O0-RgR8U32s/s72-c/kembali+kepada+debu.jpg
Voxnesia
https://dechelluz.blogspot.com/2012/02/kamu-tak-lebih-dari-debu.html
https://dechelluz.blogspot.com/
https://dechelluz.blogspot.com/
https://dechelluz.blogspot.com/2012/02/kamu-tak-lebih-dari-debu.html
true
7164258245190438750
UTF-8
Semua Postingan Tidak ditemukan postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi FOTIK ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang sesuai Kembali ke Beranda Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy